Showing posts with label Instalasi. Show all posts
Showing posts with label Instalasi. Show all posts

Friday, July 10, 2015

Cara Menginstall Eclipse + Java JDK/JRE di Windows Lengkap!


Eclipse sebenarnya adalah aplikasi portable yang tidak perlu di install, setelah didownload cukup di ekstrak kemudian buka file eclipse.exe maka aplikasi akan langsung terbuka. Syarat agar Eclipse dapat terbuka adalah sudah terinstallnya Java SE Developtment Kid (JDK) atau bisa juga disebut Java Runtime Environment (JRE). Jika perangkat komputer belum terinstall JDK maka yang terjadi adalah error seperti gambar berikut ini:
http://i1.wp.com/pramudito.com.screenshot.jw.lt/eclipse/1.jpg?resize=495%2C248
Dari gambar diatas terlihat bahwa aplikasi Eclipse memerlukan sebuah Runtime berupa JDK atau JRE. Seperti sebuah emulator, Runtime disini diperlukan agar program yang dibuat di Eclipse dapat berjalan dan terjemahkan oleh Java.
Berikut ini akan dibahas mengenai penginstallan Eclipse mulai dari tahapan awal yaitu penginstalan Java JDK/JDE sampai tahapan terakhir yaitu menjalankan eclipse.

Menginstall Java Development Kit (JDK)

Sebelum menjalankan Eclipse, hal pertama yang harus dilakukan adalah menginstall Java SE Developtment Kit (JDK). Langkah langkah untuk menginstall JDK adalah sebagai berikut:
1. Download Java Development Kit (JDK) disini : http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/index.html kemudian Anda akan menuju ke halaman Download Oracle lalu pilih “Java Platform (JDK) 8u20″ seperti gambar berikut:
http://i2.wp.com/pramudito.com.screenshot.jw.lt/eclipse/web2.jpg?resize=350%2C140
2. Kemudian beri tanda centang pada Accept Licnse Agreement yang berarti Anda menerima dan menyetujui ketentuan dari Oracle dan Java. Kemudian download JDK sesuai dengan Sistem Operasi yang Anda gunakan.
http://i0.wp.com/pramudito.com.screenshot.jw.lt/eclipse/web3.jpg?resize=312%2C212
3. Setelah proses download selesai, buka dan install file JDK tersebut. Berikut adalah tampilan persiapan sebelum installasi berlangsung:
http://i1.wp.com/pramudito.com.screenshot.jw.lt/eclipse/2.jpg?resize=280%2C114
4.  Kemudian akan muncul halaman setup seperti ini, tunggulah sampai proses inisialisasi siap barulah klik next:
http://i2.wp.com/pramudito.com.screenshot.jw.lt/eclipse/3.jpg?resize=340%2C261
5. Pada gambar dibawah ini, Anda dapat memilih komponen apa saja yang nantinya akan diinstall, komponen-komponen tersebut yaitu Development tools, Source code, dan Public JRE. Dan pada sebelah kanan terdapat Feature Description yang akan menjelaskan fungsi dari komponen tersebut. Untuk hasil maksimal, install saja semua komponen tersebut.
http://i0.wp.com/pramudito.com.screenshot.jw.lt/eclipse/4.jpg?resize=264%2C202
6. Berikut in adalah gambar proses ekstrak sedang berlangsung, tunggu beberapa menit.
http://i2.wp.com/pramudito.com.screenshot.jw.lt/eclipse/5.jpg?resize=307%2C235
7.  Pilih lokasi folder tujuan kemana JDK akan diinstall. Anda bisa mengubahnya atau membiarkannya secara default.
http://i1.wp.com/pramudito.com.screenshot.jw.lt/eclipse/6.jpg?resize=293%2C225
8. Proses instalasi sedang berlangsung, tunggulah beberapa menit.
http://i2.wp.com/pramudito.com.screenshot.jw.lt/eclipse/7.jpg?resize=305%2C234
9. Setelah proses instalasi selesai maka tampilannya adalah seperti gambar berikut ini:
http://i1.wp.com/pramudito.com.screenshot.jw.lt/eclipse/8.jpg?resize=297%2C227
Gambar diatas menandakan bahwa proses instalasi JDK/JRE telah sukses terinstall dan Anda dapat menutup dialog tersebut dengan menekan tombol close. Atau jika anda ingin mempelajari lebih lanjut silahkan tekan Next Steps.

Menjalankan Eclipse

Setelah tahapan instalasi JDK selesai, sekarang saatnya untuk menjalankan aplikasi Eclipse. Bagi yang belum download, bisa mengunjungi situs resmi Eclipse disini: https://www.eclipse.org/downloads/
http://i1.wp.com/pramudito.com.screenshot.jw.lt/eclipse/web1.jpg?resize=535%2C163
Pilih yang sesuai dengan Sistem Operasi dan Arsitektur prosesor Anda. Pada tutorial ini saya menggunakan Windows 8.1 64 bit dan Eclipse Luna 4.4 Standard (206 MB).
Setelah anda download (Bagi yang belum punya) ekstrak file tersebut kesebuah folder terserah anda dengan aplikasi compreser misalkan WinRar. Lalu jalankan dengan membuka file Eclipse.exe
http://i2.wp.com/pramudito.com.screenshot.jw.lt/eclipse/10.jpg?resize=450%2C335
Pada saat pertama kali menjalankan aplikasi Eclipse, maka anda akan melihat tampilan seperti gambar dibawah ini. Pilih lokasi untuk menyimpan workspace dan beri tanda centang pada “Use this as the default and do not ask again” agar tampilan tersebut tidak muncul lagi.
http://i2.wp.com/pramudito.com.screenshot.jw.lt/eclipse/11.jpg?resize=399%2C184
Berikut ini adalah tampilan halaman awal Eclipse Luna 4.4
http://i0.wp.com/pramudito.com.screenshot.jw.lt/eclipse/12.jpg?resize=484%2C326
Terdapat beberapa menu di halaman awal ini yaitu:
  • Overview yang berisi sekilas tentang fitur-fitur pada Eclipse
  • Tutorials yang berisi petunjuk cara menggunakan Eclipse
  • Samples yang berisi contoh source code program yang sudah jadi.
  • What’s New yang isinya apa saja fitur baru pada versi ini.
Setelah ini anda dapat langsung menggunakan Eclipse dan membuat program-program Java seperti biasa. Selamat berkreasi 😀
http://i2.wp.com/pramudito.com.screenshot.jw.lt/eclipse/13.jpg?resize=620%2C316

Wednesday, July 1, 2015

Tuesday, June 30, 2015

Instalasi dan Konfigurasi Only Office Lengkap



Pendahuluan
Onlien Editor ini adalah aplikasi editor online yang membantu aktifitas kerja. Aplikasi ini memudahkan kita dalam mengedit dan membuat dokumen dengan menggunakan browser (firefox). Untuk membangun aplikasi ini dibutuhkan spesifikasi hardware pendukung dibawah ini :
  1. RAM 2 GB atau lebih
  2. Hard Disk 2 GB Free Space
Untuk aplikasi pendukung yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut:
  1. Mono dengan versi 4 atau 4 keatas
  2. Mysql dengan versi 5.6.4 atau 5.6.4 keatas
  3. Nginx dengan versi 1.3.13 / keatas
  4. Nodejs versi 0.10 / keatas
  5. Libstdc++6 versi 4.9 / keatas
Instalasi Paket
Langkah instalasi paket-paket yang diperlukan adalah sebagai berikut:
1.      $ sudo su
2.      #apt-get install mysq-server
3.      #apt-get install nginx
4.      #apt-get install nodejs
5.      #apt-get install libstdc++6
Untuk aplikasi mono sebelumnya melakukan sedikit konfigurasi seperti dibawah ini:
1.  sudo apt-key adv --keyserver keyserver.ubuntu.com --recv-keys 3FA7E0328081BFF6A14DA29AA6A19B38D3D831EF
2.      echo "deb http://download.mono-project.com/repo/debian wheezy main" | sudo tee /etc/apt/sources.list.d/mono-xamarin.list
3.      sudo apt-get updat

Kemudian dilanjutlan dengan langkah instalasi sebagai berikut:
1. # apt-get install mono-complete

Tahap Instalasi Aplikasi OnlyOffice
Setelah aplikasi terpasang dengan baik tanpa ada error / kesalahan , langkah selanjutnya adalah melakukan tahap instalasi aplikasi OnlyOffice sebagai berikut:

Langkah 1
Membuka Browser kesayangan anda (firefox). Ketikkan pada URL IP Address Anda. Kemudian akan tampil gambar sebagai berikut:

Langkah 2
Klik Choose File untuk memulai.


Langkah 3
Proses compatibility, setelah proses klik Edit.



Selanjutnya adalah Edit File (Gambar 4). Menu File (Alt+F), terdiri dari Save, Dowload as, Print, Document Info, Advanced Setings, Help , Go to Documents, lihat contohnya di gambar 5



Gambar 5

Tampilan Format Dokumen. Nah, bagaimana PalComSter? Caranya mudah kan? Selamat mencoba ya.



Sunday, June 28, 2015

Instalasi dan Konfigurasi Zabbix Monitoring Server


I. Pendahuluan
Zabbix merupakan monitoring jaringan yang open source yang digunakan untuk memonitor jaringan dan semua infra struktur di dalamnya seperti trafik jaringan, Bandwidth, dan sebagainya. Zabbix dibuat pertama kali oleh Alexei Vladishev. Ada beberapa alasan mengapa harus menggunakan zabbix, diantaranya:
  • Open Source
  • Instalasi yang mudah
  • Support SNMP versi 1 dan 2
  • Kemampuan visualisasi
  • Konfigurasi yang mudah
  • Tersedia dalam berbagai platform
  • Sistem monitoring yang tersentralisasi
  • Real-time monitoring
  • Dapat memonitoring dalam satu group besar ataupun hanya 1 host
  • Memberikan informasi masalah dengan cepat baik melalui e-mail atau sms
  • Menyediakan visualisasi seperti map dan grafik
  • Web-based interface
  • Otentifikasi user yang aman
  • Flexible user permissions
  • auto-discovery of servers and network devices
  • Mensupport mekanisme polling and trapping
  • Pemilihan jenis dan kondisi laporan perminggu, dengan hanya menampilkan data tanpa grafik, dan lain-lain
  • Flexible dan mudah dalam konfigurasi
  • Bisa menggunakan database mysql, postgresql, dan Oracle
Pada tutorial kali ini akan dijelaskan tentang menginstal dan mengkonfigurasi zabbix untuk Centos 5 dan menggunakan database mysql. Versi zabbix yang digunakan adalah zabbix versi 1.4.1.
III. Komponen Zabbix
Zabbix terdiri dari beberapa komponen, yaitu:
a. Zabbix Server
Komponen ini adalah pusat dari software zabbix. komponen ini berisi konfigurasi dari zabbix dan service network.
b. Zabbix Agent
Komponen ini berisi aplikasi monitor dan local resources.
c. Zabbix Web Interface
Digunakan untuk mengakses monitoring data dan mengkonfigurasinya dimana saja dan kapan saja.
IV. Instalasi dan Konfigurasi Zabbix
1. Kebutuhan sistem
Untuk menginstal zabbix, dibutuhkan memory sebesar 128 MB dan hard disk sebesar 256 MB. Namun, hal ini tergantung dari berapa lama dan berapa banyak host yang dimonitoring. Jika kita berencana untuk memonitor dalam jangka waktu yang cukup lama dengan host yang cukup banyak, maka mungkin diperlukan beberapa gigabite untuk mencukupi kebutuhan untuk menyimpan data di dalam database.
2. Instal Paket
Gunakan perintah berikut untuk menginstal paket-paket yang diperlukan:
# yum -y install ntp php php-bcmath php-gd php-mysql httpd mysql gcc curl-devel mysql-server mysql-devel net-snmp net-snmp-utils net-snmp-devel net-snmp-libs
3. Nyalakan service ntpd
# service ntpd start
4. Download dan Instalasi fPing
Fungsi fping sama dengan fungsi ping yaitu mengirimkan paket-paket ICMP echo request. Namun, perbedaannya adalah fping mempunyai kemampuan untuk mengirimkan paket ICMP ke multiple host secara paralel dan merupakan hasil compile serta dapat berjalan di berbagai macam OS POSIX. Berikut adalah cara instalnya:
# wget http://dag.wieers.com/rpm/packages/fping/fping-2.4-1.b2.2.el5.rf.i386.rpm
# rpm -ivh fping-2.4-1.b2.2.el5.rf.i386.rpm
# chmod 7555 /usr/sbin/fping
5. Membuat user zabbix
# useradd zabbix 
# passwd zabbix
6. Download Zabbix
7. Nyalakan mysql
# service mysqld start 
# mysql -u root -p
mysql> CREATE DATABASE zabbix;
mysql> GRANT ALL ON zabbix.* TO zabbixmysqluser@localhost IDENTIFIED BY ‘zabbixmysqlpassword’;
mysql> quit;
8. Membuat DB Schema
# cd zabbix-1.4.1 
# cat create/schema/mysql.sql | mysql -u zabbixmysqluser -pzabbixmysqlpassword zabbix
# cat create/data/data.sql | mysql -u zabbixmysqluser -pzabbixmysqlpassword zabbix
# cat create/data/images_mysql.sql | mysql -u zabbixmysqluser -pzabbixmysqlpassword zabbix
9. Instalasi Zabbix server
# ./configure --enable-server --prefix=/usr/local/zabbix --with-mysql --with-net-snmp --with-libcurl 
# make install
# make clean
10. Instalasi zabbix agent
# ./configure --enable-agent --prefix=/usr/local/zabbix --enable-static 
# make install
11. Konfigurasi file /etc/service
Tambahkan port zabbix server dan zabbix agent ke file /etc/service dengan cara:
# echo ‘zabbix_agent 10050/tcp’ >> /etc/services
# echo ‘zabbix_trap 10051/tcp’ >> /etc/services
12. Menyalin sample configs
Salin sample configs ke /etc/zabbix untuk server dan agentd dengan cara:
# mkdir /etc/zabbix
# cp misc/conf/zabbix_agentd.conf /etc/zabbix
# cp misc/conf/zabbix_server.conf /etc/zabbix
13. Konfigurasi zabbix server
# vi /etc/zabbix/zabbix_server.conf 
Rubahlah file tersebut menjadi seperti berikut:
DBUser=zabbixmysqluser
DBPassword=zabbixmysqlpassword
DBSocket=/var/lib/mysql/mysql.sock
FpingLocation=/usr/sbin/fping
14. Modifikasi zabbix agentd
# vi /etc/zabbix/zabbix_agentd.conf 
Rubahlah file tersebut menjadi seperti berikut:
Server=127.0.0.1,IP.Server.zabbix
15. Salin file
# cp misc/init.d/redhat/zabbix_agentd_ctl /etc/init.d/zabbix_agentd 
# cp misc/init.d/redhat/zabbix_server_ctl /etc/init.d/zabbix_server
16. Modifikasi file zabbix_agentd
# vi /etc/init.d/zabbix_agentd 
Rubahlah file tersebut menjadi seperti berikut:
BASEDIR=/usr/local/zabbix
Tambahkan file tesebut dengan skrip ini (Ingat, tanda pagar juga dimasukkan):
# chkconfig: 345 95 95
# description: Zabbix Agentd
17. Modifikasi file zabbix_server
# vi /etc/init.d/zabbix_server 
Rubahlah file tersebut menjadi seperti berikut:
BASEDIR=/usr/local/zabbix
Tambahkan file tesebut dengan skrip ini (Ingat, tanda pagar juga dimasukkan):
# chkconfig: 345 95 95
# description: Zabbix Server
18. Konfigurasi services otomatis
# chkconfig --level 345 zabbix_server on 
# chkconfig --level 345 zabbix_agentd on
# chkconfig --level 345 httpd on
# chkconfig --level 345 mysqld on
19. Konfigurasi php
# cp -r frontends/php /var/www/html/zabbix 
# vi /etc/php.ini
Modifikasi rubah tersebut menjadi seperti berikut:
max_execution_time = 300
date.timezone = Asia/Jakarta
20. Nyalakan webserver
# /etc/init.d/httpd start 
# chmod 777 /var/www/html/zabbix/conf
21. Konfigurasi zabbix web interface
Buka web browser dengan cara:
http://alamat_IP/zabbix
maka akan ada tampilan sebagai berikut:  zab1
Tekan Next, akan ada tampilan: 
zab2
Centang I agree, Tekan Next, akan ada tampilan: 
zab3
Tekan Next, akan ada tampilan: 
zab4
Isi data-data di atas, lalu tekan Test Connection. Jika Ok, tekan Next, akan ada tampilan: 
zab6
Tekan Next, akan ada tampilan: 
zab6
Tekan Next, akan ada tampilan: 
zab7
Tekan Finish, akan ada tampilan:
zab8Tulis Login name:admin dan Password dikosongkan saja.
Jika sudah selesai, maka masuk ke konsol dan masukkan perintah sebagai berikut:

# chmod 755 /var/www/html/zabbix/conf
# mv /var/www/html/zabbix/setup.php /var/www/html/zabbix/setup.php.bak
# /etc/init.d/zabbix_agentd start
# /etc/init.d/zabbix_server start
22. Konfigurasi host
Untuk memonitor zabbix server, maka pilih Configuration, pilih hosts, Pilih host Zabbix Server dengan mencentang kotak kecil disamping, kemudian pilih tombol Activate Selected.
zab9Tunggu beberapa menit. Lalu pilih Monitoring dan pilih Latest data, maka kita akan melihat grafik-grafik yang berhubungan dengan keadaan server tersebut.

Saturday, June 27, 2015

Instalasi dan Konfigurasi PROXMOX, Virtual Environment

Proxmox Virtual Environment adalah salah satu dari sekian banyak solusi virtualisasi. Produk kompetitif semacamnya seperti : VMWare vSphere, Oracle VM, OpenStack, dan masih banyak lagi produk lainnya.

ProxMox ini kita install pada sebuah Server ( server beneran ), atau dapat di install pada PC Server ( server low end ), atau pada PC Setengah Server ( alias PC yang di paksa menjadi Server ), maupun dapat kita install pada VMWare Workstation ( untuk Trial atau Riset alias Oprex’an ).

Seperti biasa setelah mengunduh installer Proxmox VE 2.3, kita harus membakarnya ke dalam CD. Kemudian atur agar proses booting di PC menempatkan CD-ROM di urutan pertama. Lalu kita boot PC menggunakan CD installer Proxmox. Kali pertama kita akan menjumpai layar seperti pada gambar di bawah, tekan saja Enter untuk melanjutkan.


Klik Agree di layar berikutnya untuk menyetujui lisensi GNU Affero GPL yang digunakan Proxmox VE.


Perlu diperhatikan bahwa Proxmox VE akan menggunakan keseluruhan ruang kosong di harddisk yang menjadi target instalasi. Installer akan mendeteksi disk yang terpasang dan melakukan partisi serta format secara otomatis. Apabila sudah yakin tidak ada data penting di harddisk yang digunakan, klik Next.


Selanjutnya pilih negara, zona waktu, dan tata letak papan ketik yang kita gunakan.


Tentukan password dan alamat email untuk user root. Usahakan untuk memilih password yang disusun oleh minimal enam karakter. Jika sudah, klik Next.


Berikutnya lakukan pengaturan jaringan untuk komponen-komponen berikut:
hostname
IP address
netmask
default gateway
server DNS


Proses instalasi akan berlangsung selama beberapa waktu. Tunggu hingga selesai.


Di akhir proses instalasi, kita dapat me-reboot PC server untuk masuk ke Proxmox VE 2.3 yang terpasang di harddisk.


Kita dapat login ke console Proxmox lewat terminal menggunakan user root dan password yang kita tetapkan di atas tadi.


Web administrasi dapat kita akses menggunakan browser dengan alamat URL seperti tertera pada layar login console.

Instalasi dan Konfigurasi OwnCloud

Ceritanya nih, pada suatu hari yang cerah –halah lebay– saya dapet limpahan netbook lama saya yang dulu dipakai kuliah oleh saya dan adik karena LCD nya mulai bermasalah. Daripada memubadzirkan storage 320 GiB, maka saya berinisiatif untuk ‘menitipkan’ unit ini di ‘Data Center’ untuk dijadikan cloud storage pribadi.

Jika pernah menggunakan Google Drive, SkyDrive atau dropbox, maka ownCloud merupakan hal yang familiar. Perbedaannya hanyalah user harus dibuat oleh admin, dan tidak ada sistem pertemanan. Seorang user bisa berbagi dengan siapa saja di ownCloud. asal tau namanya, tinggal ketik namanya dan kita sudah bisa berbagi dengan orang tersebut.
Karena ini menarik, maka saya putuskan untuk mencatatnya disini. Siapa tau njenengan-njenengan ada yang berminat untuk mencoba. Untuk screenshotnya, saya coba untuk melakukan reka-ulang di VBox yang sudah diinstall Ubuntu 14.04. Yang menggunakan sistem operasi yang lain, silahkan merujuk pada situs ownCloud.
Sebelum menjalankan perintah-perintah dibawah, biasakan untuk mengupdate repository dan mengupgrade system terlebih dahulu.
  1. Instalasi pre-requisites.
Pre-requisites yang dibutuhkan oleh ownCloud dapat diperoleh dari repository dan dapat diinstalasi melalui terminal dengan perintah apt-get.# apt-get install apache2 mysql-server libapache2-mod-php5
# apt-get install php5-gd php5-json php5-mysql php5-curl
# sudo apt-get install php5-intl php5-mcrypt php5-imagick
 
  1. Download ownCloud.
Download ownCloud dari sini. Pilih format archive file. Untuk unix gunakan format file .tar.bz
.

  1. Extract dan install ke webserver.
Setelah file selesai di download, arahkan working directory terminal ke lokasi tempat hasil download tersebut, lalu extract.
# cd /home/username/Download
# tar -xjf owncloud-x.y.z.tar.bz2

Lalu pindahkan direktori owncloud ke direktori root webserver / http root. Untuk Ubuntu dengan Apache2 biasanya di /var/www. Kemudian rubah atribut owner dari file tersebut. Untuk ubuntu usernya adalah www-data.
# cp -r owncloud /var/www/
# chown -R www-data:www-data /var/www/owncloud
 
  1. Konfigurasi Apache2.
Untuk konfigurasi ini terdiri dari beberapa langkah.
      • Enable-kan SSL ssl module di apache melalui terminal.
# sudo a2enmod ssl
# sudo a2ensite default-ssl
# sudo service apache2 reload
      • Edit file konfigurasi direktori ownCloud pada apache.# nano /etc/apache2/sites-available/default-ssl.conf

        lalu sisipkan kode dibawah ini
<Directory /path/to/your/owncloud/install>
Options Indexes FollowSymLinks MultiViews
AllowOverride All
Require all granted
</Directory>

apabila ingin menjadikan owncloud sebagai landing page, rubah ssl working directorynya.

      •  Enable-kan modul mod_rewrite
# a2enmod rewrite
      • Restart Apache
# service apache2 restart 
  1. Buat user dan database untuk owncloud di mysql.
    • Masuk ke mysql console.
# mysql -u root -p
Pada saat memasuki mysql console akan ditanyakan password root yang kita masukkan saat instalasi mysql sebelumnya.
    • create user dan database untuk owncloud. sebagai contoh, username yang digunakan adalah oc_user dan passwordnya adalah ocpassword. Sedangkan untuk databasenya adala oc_database.
mysql> create database oc_database;
mysql> create user 'oc_user'@'localhost' identified by 'ocpassword';
mysql> grant all privileges on 'oc_database' to 'oc_user'@'localhost' identified by 'ocpassword'; 
  1. Selesaikan instalasi melalui web ui.Arahkan browser ke alamat server menggunakan https. Sebagai contoh, digunakan https://192.168.250.107/
    Setelah datanya diisi, klik “selesaikan instalasi”. ownCloud siap digunakan.